Thursday, 23 May 2013

Perayaan Hari Museum Internasional

Museum Fatahillah, Kota Tua Jakarta.

Hari Museum Internasional atau International Museum Day diperingati setiap 18 Mei. Pada perayaannya, ada sederet acara yang digelar pemerintah, pengelola museum, atau komunitas pecinta sejarah. Nggak Cuma itu, perayaan Hari Museum Internasional juga ramai di jagad Twitland dengan hastag #IMD2013.

Wednesday, 27 March 2013

Surat untuk Perempuan



Aku perempuan, dan aku bangga terlahir sebagai perempuan.

Kata ibuku, perempuan adalah makhluk Tuhan dengan sederet keistimewaan. Keistimewaan itu tercermin dari segi fisik, psikologis, atau reproduksi. Itulah sedikit bayangan tentang anugerah Tuhan untuk perempuan. Aku juga ingat, ibuku pernah melucu dan berkata: Perempuan bisa mengenakan baju apa saja. Perempuan bisa pakai celana, sementara laki-laki tidak mungkin dong pakai rok seperti perempuan. Iya, setidaknya itu tabu dilakukan di negeriku.

Monday, 25 March 2013

Preman Seksi itu Bernama Dhea

Muka aneh Dian dan Cucut.
Cucut Preman Permen Pemean.

Hai Dhea (atau yang lebih enak disapa Cucut), masih ingat dengan empat kata itu? Aku selalu ingat, jika susunan kata itulah yang menjadi identitasmu di akun jejaring sosial itu. Nama itu memang sudah nggak kamu pakai lagi sejak lebih dari dua tahun lalu, tapi jiwa ‘preman’mu masih tetap menempel yak.

Sunday, 24 March 2013

Vella: Hidup Memang Harus Dibawa Hepi

Dian dan Vella
Baru saja kamu mampir ke kos-ku dengan air mata yang hampir menetes. Setelah duduk sebentar dan bercerita, kamu dengan mudah menekan masalah itu. Aku yang mendengar saja langsung dongkol, sementara kamu dengan kuat menahan air mata itu agar tidak menetes. Bahkan, kotak tisu yang kusodorkan juga kamu kembalikan. Ah, iya, airmatamu memang terlalu berharga untuk diteteskan. Aku tahu itu.

Saturday, 23 March 2013

Surat untuk Manunggal

Keluarga Manunggal 2013
Aku ingat, pertama kali kita bertemu dan kenalan. Waktu itu aku masih SMA, dan seharusnya berada di sekolah untuk menerima bimbingan kepala sekolah. Tapi gegara secarik agenda di harian lokal itu, anak bau kencur sepertiku rela bolos untuk bertemu denganmu. Menuju pertemuan itu, bahkan aku sama sekali tidak ada bayangan seperti apa dirimu, dan tidak terlalu peduli seperti apa wujudmu. Mungkin beginilah, kalau keinginan sudah bicara.