Monday, 25 March 2013

Preman Seksi itu Bernama Dhea

Muka aneh Dian dan Cucut.
Cucut Preman Permen Pemean.

Hai Dhea (atau yang lebih enak disapa Cucut), masih ingat dengan empat kata itu? Aku selalu ingat, jika susunan kata itulah yang menjadi identitasmu di akun jejaring sosial itu. Nama itu memang sudah nggak kamu pakai lagi sejak lebih dari dua tahun lalu, tapi jiwa ‘preman’mu masih tetap menempel yak.

Eh, preman? Kayaknya itu ditunjang dengan muka jutekmu yang juga memberi banyak cerita. Alin yang dengan cepat menyimpulkan kamu jutek, mas-mas di Si Boy yang memundurkan badannya karena lirikanmu, sampai ibu-ibu di Ada yang berhenti memainkan troli karena tatapanmu. Kalau diingat-ingat ekspresimu waktu bercerita, sumpah deh, mukamu jauh lebih lucu dibanding ceritanya, hahaha. Aksi narsismu juga keren. Dengan gaya nggak jelasmu itu, aku selalu ingat ucapanmu: preman sekseh, hehehe.

Perutmu yang sensitif juga menurutku menarik. Nggak tau efek apa, perutmu kok ya ringkih banget kalau kena makanan pedas. Sudah tahu begitu, kamu masih nekat juga. Akibatnya, batuk-batuk deh... #kode.

Lah, kok malah ngelantur bahas aibmu yak. Maap maap...

Cucut, kapan nih, kita muncak dan kemping lagi? Duniaku lengkap banget ya, karena mengenal kamu dan Vella. Kalian yang mendorongku merasakan kerennya dunia jika dinikmati dari ketinggian. Dan kamu tau, aku memang sangat menginginkannya. Terima kasih.

Jika dipikir-pikir, kamu memang jauh lebih produktif dibanding aku ya. Pertama, kamu lebih produktif muncak jika dibanding aku. Kedua, kamu punya dunia yang menunjak hobi: bertualang. Aku selalu menikmati ceritamu tentang Rocker Climber (RC), penyedia jasa wisata berbasis petualangan, yang kini kamu asuh bersama Kak Pongky, Om Angro, dan Hidayat Handsome. Ah, iya, aku pikir wajar deh ya, rasa iri pengen jalan-jalan sering muncul kalau aku dan Vella kamu tinggal bekerja. Lebih dari itu, aku jadi semakin bangga kok...

Tentang jalan menjadi news anchor di televisi, kamu pun sudah memiliki cara tersendiri. Aku ingat, kala di semester awal dan kita mulai berteman, kamu sering ke luar kota untuk bekerja sebagai presenter. Kamu juga menapaki langkah sebagai pembaca berita di televisi lokal itu. Di beberapa projek kuliah kita, produksi studio dan reportase investigasi, kamu sukses menjadi presenternya. Itu langkah yang luar biasa. Sekarang, tujuanmu magang di televisi nasional itu aku dukung 100%!

Tetap jaga semangatmu, Cut. Kamu itu manusia langka. Kasihan lah, pada kami, kalau kehilangan semangat teman sekeren kamu J

4 comments:

  1. kecup mesra diyaaann :* kayanya kamu emang udah kenal aku banggedz yak hehehe.. sampe ngulang-ngulang nih bacanya, ketawa-ketawa bego sendirian :D aaaaakkk.. kalian juga semangatku kok, pasukan terdepan tiap kali aku butuh support.. mwah 3journ!

    #preman sekseh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh, preman satu ini, menyebut diri preman kok gaya tulisannya ke-unyu-an yak..hahaha :D

      Delete
  2. Ouchh..so sweet.ternyata persahabatan qta indah banget yaa.baru sadar sekarang^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang sweet, Cil. Aku setuju banget :D

      Delete

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa menulis komentar ya :)