Friday, 2 November 2012

Ketika Harus Berkacamata...

Aku nggak mau berkacamata! Sejak masih kecil, aku nggak menginginkan kaca mata. Sama sekali. Sudah banyak dari keluarga besarku yang berkacamata. Aku merasa ada ketidaknyamanan ketika melihat orang berkacamata. Sekarang, aku harus jadi salahsatu dari mereka yang berkacamata.

Kaca mata merah.

Saturday, 22 September 2012

#7 Di Tempo, Aku Belajar... Manajemen Waktu (Tidur)

Aku pernah malu banget dengan Mas Acil karena bangun kesiangan. Waktu itu tanggal 2 Agustus, dan jam 07.30 pagi, ada SMS dari Mas Acil yang menanyakan alamat email. Tapi, aku baru bangun, buka SMS, dan membalasnya setengah jam kemudian. Saat itu, aku masih berjuang mengumpulkan nyawa dari tidur yang hanya 2 jam 30 menit. Nggak berapa lama (dua menit), ada balasan dari Mas Acil; “Coba cek, saya sudah kirim. Kabari ya.”

Monday, 17 September 2012

#6 Di Tempo, Aku Belajar... Kebutuhan Menulis

Tempo bekerja dengan menulis. Media itu berbagi informasi melalui tulisan. Ketika aku di sana, berarti aku harus menulis berita. Menuliskan fakta dengan kemasan yang Tempo “mau”.

Selama sebulan, aku sama sekali tidak mengalami kebosanan akibat rutinitas magang. Pagi berangkat liputan, siang di lapangan, sore pulang kantor, dan malam waktunya pulang kos. Monoton? Tentu saja enggak. Justru sku dapat banyak hal baru ketika berada di lapangan dan kantor. Sangat berwarna. Dari isu yang diliput, sampai tulisan yang dilaporkan.

Sunday, 9 September 2012

#5 Di Tempo, Aku Belajar... Mengendalikan Emosi

Selama magang di Tempo, aku mengalami banyak peristiwa unik dan baru pertama kali. Tempo berbeda dengan kuliah. Isu yang diliput juga berbeda dengan yang aku terima di bangku kuliah. Isu di sini yang langsung berkaitan dengan “masyarakat”, terlebih Jakarta, menjadi pengalaman baru.

Nggak ada liputan yang nggak meninggalkan kesan. Kenangan tentang peristiwa dan isu yang diliput, akan lebih diingat jika menumbuhkan emosi tertentu. Senang, sedih, takut, marah, semua bisa dirasakan ketika di lapangan. Selain pengalaman yang aku tulis di #3 Di Tempo, Aku Belajar... Jurnalisme Empati , ada banyak kejadian lain yang mengaduk emosi.
Ilustrasi

Friday, 7 September 2012

Perempuan, Kita Punya Pilihan...

Kami mengawali Kamis, 6 September 2012, dengan kuliah Komunikasi Gender. Pukul 06.30, sudah banyak mahasiswa yang memadati kelas B104. Pada jam yang menurut saya sangat pagi itu, kami menanti kedatangan Mas Narto. Dia dosen yang di mata kami, seorang yang rajin meneriakkan hak-hak perempuan.

Kuliah masih berjalan biasa saja, berkisar kilas materi dan kontrak kuliah. Di awal pertemuan ini, Mas Narto mulai memperkenalkan mata kuliah yang akan kami jalani satu semester ke depan. Kepada kami, dia telah menularkan virus semangat perjuangan perempuan.

Foto: google.com