Monday, 25 February 2013

Surga Buku Lama di Pasar Yaik


Ada kalanya, orang mencari buku lama yang diterbitkan pada puluhan tahun lalu. Alasan pencarian itu beragam, mulai sekedar koleksi hingga kebutuhan materi membuat tugas kuliah. Ini bisa sangat merepotkan, karena toko buku konvensional hanya menyediakan produk dengan tahun terbitan yang tidak terlampau lama. Kini, ada lokasi yang pasti akan saya tuju ketika memerlukan buku dan majalah edisi lama.
Tumpukan majalah bekas di Pasar Yaik Semarang

Wednesday, 13 February 2013

Lebih Dekat Mengenal Bosscha


Nama Bossca telah tersemat pada sebuah observatorium di kawasan Lembang sejak 1925 lalu. Observatorium yang berisi teropong pengamat bintang itu dikunjungi rubuan orang tiap tahunnya. Meski diprakarsai oleh Joan George Eradus Gijsbertus Voute, justru Bosscha yang diabadikan sebagai nama observatorium. Ternyata, penamaan itu sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih karena Bosscha lah yang mendanai pembangunan observatorim.

Thursday, 24 January 2013

Keluarga itu Bernama Manunggal



Rasanya baru kemarin, aku kenal dengan sosok-sosok keren yang tidak bisa kutemukan di tempat lain. Rasanya baru kemarin, aku memasuki ruangan redaksi di PKM Joglo itu. Rasanya juga baru kemarin, aku diberi kesempatan memakai baju hitam berlogo Manunggal di dada kiri dan tulisan PERS di lengan kanan. Aku merasakan momen indah itu, karena teradopsi oleh sebuah keluarga bernama Manunggal. Tapi sebelum menikmati kesempatan itu, ada cerita panjang yang mengiringinya.

Monday, 31 December 2012

Ngadirgo, Kampung Jamu Gendong

Suhanah bersiap menjajakan jamu.


Telah lama jamu menjadi obat tradisional masyarakat Indonesia. Sejak berabad tahun lalu, para nenek moyang telah berkreasi memanfaatkan beragam tanaman untuk dijadikan obat. Kini, di tengah gempuran obat modern dan jamu buatan pabrik, ternyata jamu tradisonal masih terjaga. Salahsatunya, di Desa Ngadirgo.

Empat Etnis di Panggung Pandanaran Art Festival

Penampilan penari sufi dari Kampung Arab
Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar festival kesenian pada 15-16 Desember. Acara yang bertajuk Pandanaran Art Festival ini diselenggarakan di sepanjang Jalan Pemuda. Di sana, tersaji paduan kebudayaan yang ditonjolkan Semarang, yaitu etnis Jawa, Cina, Arab, dan Belanda.