Wednesday, 3 December 2014

Donor Darah

Sumber: harianterbit.com
Rasanya miris, saat mengetahui ada orang yang raganya tidak bisa tertolong karena kekurangan darah. Atau saat akun @Blood4LifeID berkicau tentang seseorang yang memerlukan donor darah, terutama yang berbunyi #URGEN #SEMARANG gol #B Rh (+). Yang tak kalah bikin merinding, adalah saat akun @palangmerah men-tweet berita soal stok darah golongan B yang menipis.

Saya tiba-tiba ingin menulis tentang donor darah, karena tadi siang sempat membaca berita tentang sebuah daerah yang kekurangan stok darah. Selama ini saya mengira kelangkaan stok darah hanya terjadi pada saat Ramadan atau beberapa hari setelah Lebaran. Tetapi, krisis darah ternyata bisa terjadi kapan saja.


Saya adalah orang bergolongan darah B rhesus (+). Setahu saya, golongan darah B rhesus (+) termasuk yang gampang ditemui di Indonesia, karena stok yang biasanya berlimpah. Tentu berbeda dengan orang bergolongan darah AB atau yang berrhesus (-). Mengetahui kabar darah golongan B menipis, saya langsung merinding.  

Saya pertama kali mendonorkan darah pada tahun 2009. Tetapi, kala itu donor darah belum menjadi kebiasaan. Baru dua tahun bekalangan ini, saya rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang untuk kemudian dipakai pada transfusi darah orang lain. Aktivitas pengambilan darah itu tentu saja aman, tetapi beberapa orang memang memilih tidak mendonorkan darah karena beberapa alasan. Padahal, para donor darah akan mendapatkan keuntungan loh. Keuntungan tersebut adalah
  1. Ketika seseorang menyumbangkan darah, sumsum tulangnya dirangsang untuk menghasilakn sel darah merah baru. Tentu saja, ini akan membuat organ pembentuk darah berfungsi lebih efektif.
  2. Seorang dokter akan memeriksa calon donor yang mengajukan diri secara gratis, sehingga calon donor akan mengetahui golongan darah dan penyakit yang mungkin diderita sebagai hasil dari tes skrining.
  3. Donor darah juga untuk mendeteksi penyakit serius seperti HIV/AIDS, hepatitis, siphilis, dan malaria. Itu difungsikan agar penyakit yang mungkin ada dalam darah kita tidak tertular pada calon penerima darah.
  4. Donor darah secara rutin dapat menyehatkan jantung, karena jumlah zat besi dalam darah bisa stabil.
  5. Bagi yang ingin menjaga bentuk tubuh, donor darah juga bisa membantu menurunkan berat tubuh. Dengan memberikan sekitar 450 mililiter darah, maka akan membantu proses pembakaran kalori tubuh kira-kira 650.
  6. Donor darah akan mendapatkan kesehatan secara psikologis, karena menyumbangkan hal yang tak ternilai harganya kepada sahabat yang membutuhkan dan membuat kita merasakan kepuasan psikologis.

Apakah sudah tertarik mendonorkan darah? Eits, donor darah itu tidak bisa dilakukan sembarang, melainkan ada syarat-syaratnya. Berikut adalah syarat bagi yang ingin mendonorkan darah:
  1. Usia 18 sampai 60 tahun.
  2. Berat badan minimal 45 kilogram.
  3. Suhu oral tidak boleh melebihi 37,50C.
  4. Detak nadi antara 48-100 per menit.
  5. Tekanan darah normal (di bawah kebijakan petugas medis).
  6. Hemoglobin tidak boleh kurang dari 12,5 gr%.
  7. Cukup beristirahat, mininal 5 jam tidur malam.
  8. Sudah sarapan atau makan.
  9. Persyaratan medis terpenuhi.
Nah, persyaratan medis itu meliputi:

  1. Penyakit paru aktif.
  2. Serangan demam rematik.
  3. Penyakit kardiovaskular.
  4. Penyakit ginjal.
  5. Reaksi alergi yang sedang kambuh.
  6. Kanker.
  7. Filiariasis (penyakit kaki gajah).
  8. HIV/AIDS.
  9. Diabetes bawah oral hipoglikemik insulin dan obat-obatan.
  10. Asma dalam waktu dua bulan terakhir serangan.
  11. Sawan, epilepsi, atau penyakit mental lainnya.
  12. Eksim, dermatitis kronis atau rutin dan kambuh.
  13. Ulkus atau tukak lambung akut dalam dua tahun terakhir.
  14. Penyakit kulit kronis.
  15. Sifilis dan menyakit menular seksual lainnya.
  16. Hepatitis B, ikterus (sakit kuning).
  17. Malaria—orang yang tengah malaria tiga tahun lalu, tetapi tanpa kekambuhan bisa mendonorkan darah
Selain itu, juga dengan kondisi-kondisi medis di bawah ini:

  1. Menerima transfusi darah atau plasma yang telah menerima transfusi darah dalam enam bulan terakhir tidak dapat memberikan darah.
  2. Orang yang memiliki penyakit serius dalam tiga bulan terakhir.
  3. Pekerjaan yang berbahaya, orang yang mengoperasikan alat berat seperti mesin berat, derek, bus, kereta api, atau terlibat dalam pekerjaan yang sama, berbahaya bagi diri mereka sendiri dapat memberikan darah, tetapi seharusnya tidak melanjutkan pekerjaan mereka selama paling sedikit lima jam setelah donor.
  4. Obat-obatan dan alkohol, di bawah kebijaksanaan petugas medis.
  5. Jarak penyumbangan darah berkisar 2,5 bulan sampai tiga bulan (maksimal lima kali setahun).
  6. Dapat donor: 12 bulan setelah mendapat vaksinasi Rabies dan Hepatitis B, 4 pekan setelah imunisasi Rubella, 2 pekan setelah imunisasi Polio, Varisella, MUMPS, Yellow Fever.
  7. Dapat donor: 3 hari setelah minum obat mengandung aspirin, 12 bulan setelah pengobatan Siphilys.
  8. Dapat donor 3 hari setelah pencabutan gigi, 6 bulan setelah operasi kecil, dan 12 bulan setelah operasi besar.
  9. Dapat donor 12 bulan setelah ditato, ditindik, ditusuk jarum.
  10. Kulit lengan donor di daerah tempat penyadapan harus sehat tanpa kelainan.

Agar aktivitas donor berjalan lancar, selama mendonorkan darah, lakukan hal-hal ini:
  1. Kenakan pakaian dengan lengan yang dapat dinaikkan ke atas siku.
  2. Beritahukan kepada petugas donor tentang lengan mana yang disukai untuk diambil darah dan tunjukkan pembuluh darah yang telah digunakan untuk mengambil darah dengan baik.
  3. Tenang, dengarkan musik, berbicaralah dengan donor lain atau membaca selama proses donor berlangsung.
  4. Luangkan waktu untuk menikmati makanan ringan dan minuman segera setelah donor darah selesai.

Setelah melakukan donor:
  1. Minum banyak cairan selama 24-48 jam berikutnya untuk mengisi cairan yang terambil.
  2. Hindari aktivitas fisik berat atau angkat berat selama sekitar lima jam setelah donor.
  3. Jika kepala terasa pening, berbaringlah dengan kaki ditinggikan sampai perasaan itu hilang.
  4. Jika terjadi pendarahan setelah plester dibuka, tekan titik pekas jarum dan angkatlah tangan selama 3-5 menit. Jika pendarahan atau memar terjadi di bawah kulit, lakukan kompres dingin ke daerah tersebut secara berkala selama 24 jam pertama.
  5. Nikmati perasaan baik yang muncul, karena mengetahui bahwa Anda mungkin telah menyelamatkan tiga nyawa.

(Informasi itu saya dapatkan dari laman rhesusnegatif.com)

Cobalah menepis pikiran negatif tentang mendonorkan darah. Banyak orang yang mengatakan, mendonorkan darah akan menyebabkan pendonor kehabisan darah, menimbulkan gejala pusing-pusing, atau rasa tak enak badan lainnya. Padahal, jika dijalankan sesuai prosedur, beragam keluhan itu tidak akan terjadi. Terlebih, jika kita menjadikan donor darah sebagai gaya hidup, akan ada manfaat kesehatan yang bisa kita rasakan.

Berbuat baik memang bukan melulu soal niat. Lebih dari itu, sebelum mendonorkan darah, kita juga perlu melakukan beberapa persiapan. Bagi saya, persiapan itu misalnya menghindari begadang pada malam sebelum mendonorkan darah, mengonsumsi makanan bergizi, dan banyak minum air putih.

Jika berhasil mendonorkan darah, saya jamin, siapa pun itu akan merasakan kepuasan dalam diri. Kepuasan psikologis yang timbul karena merasa turut membantu dan memberikan kebahagiaan bagi orang lain. Bahkan, dari petugas PMI saya tahu, sekantong darah ternyata dapat menyelamatkan tiga nyawa karena bisa dipisahkan menjadi tiga komponen yang terdiri dari sel darah merah, plasma, dan trombosit.

Donor darah itu tentang kemanusiaan. Kita tidak tahu, darah kita akan menyelamatkan siapa. Tanpa memandang suku, agama, ras, mau pun golongan, kita mendonorkan darah, yang setiap tetesnya diiringi harapan agar darah itu bermanfaat bagi orang lain.

Saya percaya, niat baik kita menolong orang lain dengan mendonorkan darah, suatu saat akan kembali pada diri kita atau orang-orang di sekitar kita. Kita tidak tahu, kapan kita atau anggota keluarga kita akan membutuhkan transfusi darah dari orang lain. Jadi, rasanya tidak ada yang salah jika kita mulai membantu orang-orang yang memerlukan darah.

Memang, saya bukan relawan kemanusiaan yang turun setiap kali bencana menimpa negeri ini. Namun, melalui darah yang saya sumbangkan, ternyata saya sudah bisa merasakan indahnya berbagi. Proses donor darah yang hanya memakan waktu sekitar 20 menit, ternyata bisa memperpanjang usia seseorang hingga bertahun-tahun. Dari situlah saya merasa, setetes darah kita ternyata dapat sangat berarti bagi orang lain.

Lebih jauh lagi, melalui perkembangan teknologi, kita juga dapat berpartisipasi dalam menyebarkan informasi tentang transfusi dan donor darah. Baik melalui akun resmi Palang Merah Indonesia mau pun akun gerakan sosial, semisal @Blood4LifeID di jejaring sosial.

Saya sudah bertemu dengan beberapa orang yang begitu bersyukur karena bisa mendapatkan darah untuk orang yang mereka sayangi. Jadi, mari secara bersama-sama kita menjadikan donor darah sebagai gaya hidup untuk mengembalikan lebih banyak senyuman orang-orang yang memerlukan darah.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa menulis komentar ya :)