Thursday, 4 December 2014

Pulang

Setiap orang pasti memiliki tempat untuk pulang. Kembali ke tempat asal. Kembali saat ingin mengadu, kembali saat sudah lelah berada di perantauan, atau kembali untuk berbagi kebahagiaan. Bagi saya, pulang itu ke rumah. Bertemu dengan orang-orang yang saya sayangi, lalu merasakan kehangatan dari mereka.

Tetapi, pernahkah kalian merasa asing dengan rumah sendiri? Saya pernah mengalaminya. Semester lalu, saya bisa berbulan-bulan tidak pulang ke rumah. Kemudian, saat kembali pulang, suasananya di rumah menjadi terasa berbeda.


Saat pulang, saya asing dengan penataan pot bunga di teras, bingung dengan saklar lampu yang berjajar, dan lupa saat membuka sebuah keran air itu harus diputar ke kanan atau ke kiri. Kemudian saya jadi berpikir, bagaimana bisa saya merasa asing di rumah sendiri? Beruntung, rasa asing itu tidak berlangsung lama. Saya bisa kembali menyadari bahwa itu benar-benar rumah berkat kehangatan dari orang tua yang tidak pernah berubah.

Hari ini, mendadak saya ingin pulang. Tadi sore, saya bertemu adik saya, di kampusnya. Kebetulan, kampusnya berada tengah-tengah, di antara rumah dan kos saya. Saya hampir mengarahkan kaki menuju kos, tetapi entah kenapa urung dan justru berbalik arah menuju rumah. Saya tidak tahu alasannya. Saya cuma tahu, saya ingin pulang.

Sebelum kepulangan saya hari ini, saat terakhir saya pulang adalah sekitar tiga minggu yang lalu. Saat itu saya pulang karena “terpaksa”. Ayah sedang ada pekerjaan di luar kota, sedangkan si adik juga ada acara kampus di luar kota. Ibu saya sendirian di rumah. Karena alasan itu, akhirnya saya pulang.

Beberapa orang (termasuk keluarga besar) menyebut saya lebih hobi bergelandang ketimbang pulang ke rumah. Beberapa kali orang tua juga protes, minta dikunjungi, karena merasa saya terlalu lama tidak pulang. Tetapi itu sangat jarang. Biasanya, mereka meminta saya pulang karena ada acara di keluarga besar. “Enggak enak kalau kamu nggak datang,” begitu kata mereka. Tetapi, toh beberapa kali saya tidak bisa mengabulkan permintaan mereka. Bahkan, pernah pula saya tidak merayakan Lebaran bersama keluarga di rumah.

Akhir pekan ini, adik saya tidak bisa pulang ke rumah, karena ada acara kampus di luar kota (lagi). Ayah memang di rumah, tapi saya ingin pulang. Saya rindu pelukan dari orang tua, dan saya kangen masakan ala rumah. Rumah, di situlah saya pulang. 


*Saya menulis tentang pulang ke rumah, saat benar-benar berada di rumah.

2 comments:

  1. Ciyeeeeee...tumben kangen rumah :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih. Kangen yang muncul tiba-tiba, hehehe. :D

      Delete

Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa menulis komentar ya :)