Friday, 7 September 2012

Perempuan, Kita Punya Pilihan...

Kami mengawali Kamis, 6 September 2012, dengan kuliah Komunikasi Gender. Pukul 06.30, sudah banyak mahasiswa yang memadati kelas B104. Pada jam yang menurut saya sangat pagi itu, kami menanti kedatangan Mas Narto. Dia dosen yang di mata kami, seorang yang rajin meneriakkan hak-hak perempuan.

Kuliah masih berjalan biasa saja, berkisar kilas materi dan kontrak kuliah. Di awal pertemuan ini, Mas Narto mulai memperkenalkan mata kuliah yang akan kami jalani satu semester ke depan. Kepada kami, dia telah menularkan virus semangat perjuangan perempuan.

Foto: google.com

Thursday, 6 September 2012

#4 Di Tempo, Aku Belajar... Safari Stasiun dan Terminal

Banyak hal seru dan menarik yang terjadi ketika memasuki bulan Ramadan. Jelang musim mudik, semakin banyak cerita dikemas kota besar yang akan ditinggalkan penghuninya. Jakarta dengan mayoritas warga pendatang, menjadi salahsatu kota yang terlihat sibuk jelang Lebaran.
Foto: Tempo.co
Antrean calon penumpang di loket Stasiun Pasar Senen, Jakarta
Isu seputar mudik atau pulang kampung ini sangat dicari oleh kompartemen Metro di Tempo. Sebagai Magangers, aku pasti juga akan dilibatkan. Tanggal 19 Juli, setelah peliputan di Masjid Agung Sunda Kelapa, Mas Acil memintaku meluncur ke stasiun Gambir untuk mengecek kesediaan tiket kereta untuk mudik.

Tuesday, 4 September 2012

#3 Di Tempo, Aku Belajar... Jurnalisme Empati

Menjadi wartawan tidak selamanya kaku dan formal. Wartawan harus mengetahui momen di mana dia bersikap kaku dan sebaliknya. Ketika di lapangan, wartawan tidak hanya mengejar berita, tapi juga mempelajari apa yang dia temukan.

Tanggal 27 Juli, aku diminta melihat kondisi korban kebakaran di Jembatan Besi, Tambora. Menuju lokasi itu, ternyata lumayan sulit. Berangkat dari Kebayoran, aku memilih busway karena alasan kepraktisan. Namun, rute jalan yang membingungkan, akhirnya membuatku melanjutkan perjalanan menggunakan angkot dua kali.
Foto: Antara

#2 Di Tempo, Aku Belajar... Profesi Wartawan

Setelah mengikuti acara launching Menjadi Indonesia dari Tempo Institute (Baca: #1 Di Tempo, Aku Belajar... Keluarga Baru ), aku datang ke kantor Tempo di Kebayoran pada Senin, 16 Agustus. Mbak Mardiyah, Mbak Icha, dan awak Tempo Institute lainnya yang tahu aku berminat di jurnalistik, langsung mengusahakan agar aku bisa magang di redaksi Tempo.
Di akhir magang, Dian berfoto bersama Mas Acil, Mas Seno, Pak Komang, dan Mas Yandi (dari kiri).
Sedangkan anggota keluarga lainnya, berfoto terpisah.

#1 Di Tempo, Aku Belajar... Keluarga Baru

Sebulan berada di Tempo, kompartemen Metro, ada banyak pelajaran yang aku terima. Mulai dari penerapan ilmu jurnalistik, penulisan berita, sampai suasana kerja wartawan yang baru kali ini aku rasakan.

Magang ini dimulai tanggal 12 Juli lalu, dan aku mengawalinya dengan bergabung di acara launching Menjadi Indonesia. Program ini merupakan sebuah kompetisi esai mahasiswa, yang intinya merangsang pemuda bangsa berpikir untuk kemajuan negerinya. Acara tahunan yang digelar sejak 2009 itu diadakan oleh Tempo Institute lho, tempat aku magang.
Foto: tempo-institute.org
Pengisi acara launching Menjadi Indonesia