Wednesday, 3 December 2014

Donor Darah

Sumber: harianterbit.com
Rasanya miris, saat mengetahui ada orang yang raganya tidak bisa tertolong karena kekurangan darah. Atau saat akun @Blood4LifeID berkicau tentang seseorang yang memerlukan donor darah, terutama yang berbunyi #URGEN #SEMARANG gol #B Rh (+). Yang tak kalah bikin merinding, adalah saat akun @palangmerah men-tweet berita soal stok darah golongan B yang menipis.

Saya tiba-tiba ingin menulis tentang donor darah, karena tadi siang sempat membaca berita tentang sebuah daerah yang kekurangan stok darah. Selama ini saya mengira kelangkaan stok darah hanya terjadi pada saat Ramadan atau beberapa hari setelah Lebaran. Tetapi, krisis darah ternyata bisa terjadi kapan saja.

Menertawakan Kebodohan

Vella, Dhea, dan Dian.

Selalu ada yang menarik saat tiba-tiba teringat tentang kebodohan yang pernah kita lakukan. Kebodohan apa saja, rasanya akan tetap menarik meski kita mengingatnya hingga bertahun-tahun kemudian. Kebodohan itu akan lebih seru lagi jika pelakunya tidak sendiri, melainkan beramai-ramai.

Aku memiliki dua partner untuk melakukan aneka kebodohan. Tentu saja partnerku adalah Dheayu Jihan Bias Khansa dan Ifadhah Vellayati Widjaja. Bersama mereka, aku kerap mengalami kejadian-kejadian bodoh, baik disengaja maupun karena efek kebetulan. Berikut ini adalah beberapa kejadian bodoh yang kami alami:

Sunday, 30 November 2014

Benar-benar Blusukan di Kota Seribu Candi

Jika berbicara tentang warisan sejarah di Magelang, mungkin kita cuma familiar dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut. Padahal, Magelang menyimpan banyak sekali cerita dan bukti sejarah yang luar biasa keren, selain dua nama candi yang sudah tersohor itu. Mengusung tema Blusukan Kota Seribu Candi, Komunitas Pecinta Sejarah Lopen Semarang mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat jejak-jejak sejarah di Magelang.

Saya menjadi bagian dari perjalanan blusukan #Kota1000Candi bersama Lopen. Kami memulai perjalanan itu dari SPBU Undip, Tembalang. Saya yang datang sendirian, sempat merasa disorientasi karena ada beberapa gerombolan manusia di sana. Saya mengarahkan kaki pada segerombolan orang yang memasang wajah paling sumringah, menebak mereka termasuk peserta blusukan #Kota1000Candi, sama seperti saya. Dan, ya, saya beruntung tidak salah mengenali. Mereka memang selalu sumringah.

Monday, 17 November 2014

Heboh Kenaikan Harga BBM

Malam ini Indonesia mendadak ramai dengan kenaikan bahan bakar minyak sebesar Rp 2 ribu per liter. Di mana-mana orang membahas kenaikan harga BBM bersubsidi, termasuk di ranah maya. Hastag #BBMNaik bahkan merajai trending topic dunia.Berita yang diunggah akun media massa di media sosial juga seputar kenaikan harga BBM bersubsidi. Bahkan ada yang live report dengan mengunggah foto antrean di berbagai SBPU. Bisa dipastikan, headline pemberitaan surat kabar edisi besok adalah seputar kenaikan harga BBM.

Harga BBM bersubsidi yang sebelumnya Rp 6,5 ribu per liter kini menjadi Rp 8,5 ribu per liter untuk Premium. Sedangkan solar yang sebelumnya Rp 5,5 ribu per liter menjadi Rp 7,5 ribu per liter. Akibat kenaikan itu, suasana kos juga ikut ramai. Tetangga kamar yang menggunakan mobil sebagai moda transportasi memilih langsung tancap gas menuju SPBU untuk mengisi bahan bakar. Saat kembali ke kosan, dia bercerita telah berhasil membeli 36 liter BBM bersubsidi. Sementara tetangga kos lainnya, memilih tidak ikut mengantre lantaran menggunakan sepeda motor. Data tampung tangki motor yang berkisar 2-3 liter, menurutnya tidak banyak membantunya berhemat.

Friday, 7 November 2014

Ramah Anak

Suatu malam, aku menjumpai peristiwa yang sebut saja “menggemaskan”. Kejadiannya terjadi di sebuah kedai seafood di kawasan Pasar Kambing. Peristiwanya terkesan sederhana. Tapi, justru karena dianggap sederhana, peristiwa ini seperti terbiasa terjadi.

Di kedai itu, aku menunggu pesanan makanan disajikan. Tak berapa lama aku duduk, bahkan mungkin sebelum memesan makanan, ada bocah sekitar kelas satu atau dua SD, datang ke kedai itu. Dia menghampiri salah satu mas-mas di kedai itu dan langsung mengutarakan niatnya membeli es teh untuk dibawa pulang (sepertinya rumahnya berada di dekat kedai).