Tuesday, 16 November 2021

Jungle Cruise

Sabtu lalu, saya menonton film Jungle Cruise di Disney+ Hotstar. Saya menonton benar-benar tanpa ekspektasi, tanpa mencari tahu informasi soal rating, dan tanpa melihat trailer. Tapi, film itu mampu membuat saya takjub, bahkan sejak detik pertama.

Penyebabnya, tentu saja karena penggunaan lagu Nothing Else Matters sebagai musik latarnya. Versi orkestra pula. Cukup mendengar beberapa petikan gitar, kita akan langsung tahu jika lagu itu yang dimainkan. Jantung saya rasanya sempat berhenti berdetak, sebelum akhirnya kembali bekerja dengan perasaan membuncah.

Tuesday, 3 August 2021

Nilai

Siang tadi, saya diminta atasan di kantor untuk memberikan beberapa masukan soal isu kampanye public relations (PR). Sebagai anak dengan peminatan jurnalistik, saya langsung pusing dan mencoba mengais dokumen materi kuliah yang tersisa di email.

Sia-sia, saya tidak menemukannya. Akhirnya, saya mencoba melihat transkrip nilai agar bisa menuntun kira-kira pada mata kuliah apa saya bisa mendapatkan bahan soal kampanye PR.

Saturday, 26 June 2021

Buah Eksotis

Sepertinya negara-negara Asia Tenggara terkenal memiliki banyak buah eksotis. Sewaktu masih suka menonton HiHo Kids, saya juga pernah menemukan video reaksi anak-anak ketika mencicipi aneka buah eksotis, yang mungkin menurut kita sudah sangat biasa (kecuali African cucumber).


Hari ini, saya kembali bisa menemukan buah matoa. Rasanya sudah lama sekali saya tidak memakannya. Padahal, dulu saya sering menemukan buah ini di pasar tradisional atau swalayan Ada di Semarang.

Thursday, 17 June 2021

(Akhirnya) ke Kantor

Hari ini, saya berkunjung ke kantor. Kunjungan ini menjadi yang pertama kalinya sejak menjalani bekerja dari rumah (work from home/WFH) selama 15 bulan. 

Kalau ditanya tujuan saya ke kantor, saya agak sedih menjelaskannya. Saya berangkat ke kantor karena wilayah tempat tinggal saya mati lampu. Jadi sebenarnya memang tidak ada hal tentang pekerjaan yang mengharuskan saya ke kantor. 

Friday, 14 May 2021

Lebaran di Rantau

Tahun ini, kali kedua saya merayakan Lebaran tanpa pulang kampung karena pandemi Covid-19. Sama sekali tidak mengira Covid-19 akan betah di Indonesia selama 1 tahun lebih.

Lantaran hanya merayakan di kos, perayaannya tidak begitu istimewa. Tapi tetap ada ritual saling berbagi bingkisan, dan makan ketupat opor.

Saturday, 1 May 2021

Naik Kereta dan Pesawat

Tiba-tiba saja, saya kangen naik kereta api dan pesawat terbang. Sudah lebih dari setahun saya tidak naik kereta dan pesawat. Tentu saja gara-gara pandemi, dan saya tidak tahu kapan bisa kembali merasakan pengalaman naik kereta dan pesawat lagi.

Perasaan kangen itu bermula dari cerita tetangga kos yang kembali bisa naik pesawat untuk pulang kampung sejenak ke Pontianak karena ayahnya sakit. Itu juga pengalaman pertamanya setelah lebih dari setahun tidak naik pesawat, dan kini semua prosedur untuk bisa naik pesawat telah jauh berubah. Lagi-lagi, karena pandemi.

Saturday, 10 April 2021

Nyadran

Bagi masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah, acara ziarah kubur sebelum bulan puasa atau nyadran sudah menjadi tradisi. Istilah nyadran sepertinya lebih banyak digunakan masyarakat di selatan Jawa seperti Solo, Boyolali, dan Temanggung. Sementara di bagian utara Jawa seperti Semarang, Demak, dan Kudus, lebih akrab dengan istilah ruwahan (dari kata bulan Ruwah atau Syakban).

Keluarga besar saya termasuk yang rutin menjalankan tradisi ini. Ketika sudah bekerja, beberapa kali saya menyempatkan diri untuk pulang dan mengikuti acara nyadran. Biasanya kalau saya harus piket sewaktu Lebaran, berarti saya harus cuti dan pulang sebelum bulan puasa untuk nyadran. Tapi kalau saya bisa cuti Lebaran, ya artinya tidak bisa ikut nyadran.

Sunday, 21 March 2021

Donor Darah, Lagi

Ini menjadi cerita ketiga saya tentang donor darah yang saya tulis di sini. Kejadiannya kemarin, 20 Maret 2021, ketika saya kembali donor darah dan menjumpai begitu banyak drama. 

Kemarin adalah donor darah keempat yang saya lakukan ketika pandemi Covid-19. Dalam empat kali donor itu, protokol kesehatan yang berlaku berbeda-beda.

WFH

Halo, apa kabar? 

Saya tidak menyangka sudah satu tahun menjalani bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Dengan mempertimbangkan risiko penularan Covid-19, kantor saya resmi menerapkan WFH mulai 17 Maret 2020, setelah rapat panjang sehari sebelumnya. Pada hari itu, kami sebetulnya masih dibolehkan ke kantor untuk mengambil beberapa barang, atau menyelesaikan urusan lainnya.

Sunday, 9 April 2017

Tax Amnesty

Saya yakin semua orang akrab dengan dengan kata pengampunan pajak, atau amnesti pajak, atau tax amnesty.  Spanduknya ada di mana-mana, dari kantor pemerintah, terminal, stasiun, sampai bandara. Dan kini, program itu akhirnya benar-benar rampung pekan lalu.

Bagi saya, program tax amnesty ini sangat berkesan. Kebetulan, saya mengikuti program itu sejak masih berupa wacana, pembahasan di Parlemen, sampai pelaksanaannya yang rampung Jumat pekan lalu. Dan ngomong-ngomong soal durasi pelaksanaannya, menurut saya juga unik, sembilan bulan seperti usia bayi di kandungan.

Monday, 4 July 2016

Saya Masih Tak Mengerti, Kenapa Mobil Jenazah Pakai Sirine?


Akhir pekan kemarin, sepulang berbelanja, saya melewati pemakaman umum di daerah Rawamangun. Saat itu, sekitar pukul 13.00, saya sedang berjalan kaki di trotoar muka pemakaman.

Saat saya baru mulai melangkahkan kaki di depan komplek pemakaman itu, bunyi sirine sudah terdengar dari kejauhan. Saat saya semakin mendekati pintu masuk pemakaman, situasi jalanan benar-benar semrawut. Dua mobil jenazah saling berlomba membunyikan suaranya. Para pengiring berteriak meminta pengguna jalan lain untuk minggir dan memberi jalan bagi mobil jenazah, sambil mengacung-acungkan bendera kuning dari kertas. Kebanyakan dari mereka tidak memakai helm, dan menggantikannya dengan topi dan kopiah.

Bulan Puasa, Kantor PMI Ramai Sekali

Bulan Puasa, Kantor PMI Ramai Sekali

Pekan lalu, sepulang liputan, saya sengaja mampir ke kantor Palang Merah Indonesia (PMI) di Kramat. Saat turun dari ojek, saya langsung melongo karena begitu banyaknya manusia di kantor itu.

Saya sengaja memilih hari itu untuk mendonor karena selain memang sudah jadwalnya, tanggal itu adalah hari kelahiran ayah saya. Saya sadari, saya memang beruntung hari itu tidak dijadwalkan meliput ke Parlemen, setelah hari sebelumnya harus berjaga di sana sampai dini hari. Tetapi, suasana kantor PMI yang penuh sesak, jauh di luar ekspektasi saya. Mobil-mobil terparkir di tepi jalan raya sampai dua lapis. Begitu masuk gerbang, di teras gedung sudah banyak orang yang duduk berjajar di kursi plastik berwarna putih.

Wednesday, 4 May 2016

Kantor Menteri Mati Lampu

Kantor Menteri Mati Lampu

Semalam, banyak peristiwa absurd terjadi. Semua peristiwa absurd itu bermula dari listrik padam di sebuah kantor kementerian koordinator, yang kita sebut saja Kemenko Perekonomian.

Sekitar pukul 17.50, saat sebagian wartawan sibuk menulis berita dan sebagian lainnya heboh mengeluh lapar sambil menunggu pesanan mi goreng untuk makan malam datang, lampu di kantor menteri itu mendadak mati. Suasana semakin heboh. Alasan kehebohan itu sih karena banyak baterai ponsel atau laptop sudah di ambang sekarat.

Sunday, 13 December 2015

Mencoba Berjodoh


Disclaimer: Tulisan ini bukan tentang percintaan. Sama sekali bukan. Tulisan ini sekadar pikiran iseng yang kebetulan lewat di kepala. Jika mengharap tulisan tentang cinta, yang saya benar-benar tidak mampu membuatnya, silakan langsung ditutup saja halaman ini.

Jodoh. Setiap orang bisa mengharapkan dirinya berjodoh dengan suatu hal. Tentunya yang diharapkan menjadi jodoh adalah hal yang baik-baik. Terlepas dari keinginan yang kita segera bertemu jodoh, tetap Tuhan-lah yang akan mengatur semuanya. Setiap orang bisa memimpikan jodohnya, yang kehadirannya bisa terinspirasi dari mana saja. Lagi pula, memimpikan jodoh sama sekali tidak berdosa.

Pada kenyataannya, setiap hal di dunia ini terjadi berdasarkan takdir yang berasas kejodohan. Setiap hal, apa saja, yang melibatkan dua pihak tidak akan bertemu jika tidak berjodoh. Jodoh ini tidak melulu soal pasangan ya, karena jodoh juga menyangkut hal-hal kecil yang kita inginkan. Contoh sederhananya, buku. Ya, saya ingin mencontohkan beberapa usaha saya berjodoh dengan buku.

Saya Insaf


Baiklah, judulnya memang kelewat lebay. Saya hanya bingung harus memberi judul apa untuk tulisan ini.

Pekan ini, saya diundang mengikuti tes seleksi dan wawancara untuk mengisi posisi reporter di sebuah radio. Setelah saya memperkenalkan diri, seorang pewawancara (dari tujuh pewawancara) bertanya seputar aktivitas ngeblog yang saya jalani sejak 2012. Pewawancara ini, yang sayangnya saya tidak tahu namanya, langsung menyebutkan bahwa tulisan terakhir saya di blog diposting pada 5 Mei 2015. Astaga. Itu artinya sudah tujuh bulan saya tidak memposting apa-apa di blog. Sementara sekarang kita sudah berada di pengujung tahun.

Saat ditanya alasan lama tak menulis di blog, saya cuma bisa nyengir. Jujur saja, saya bingung mau menjawab apa. Kemudian ada pewawancara lain yang ikut bertanya, “Kamu sibuk ya sampai tidak sempat nulis di blog?”. Saya semakin kesusahan menyusun jawaban. Sibuk? Tentu saja bukan itu alasannya.

Wednesday, 6 May 2015

Awas Gula!

Saat ini, penyakit gula atau diabetes memang menjadi momok di masyarakat. Penyakit ini tidak mengenal usia, yang berarti siapa saja bisa terkena diabetes. Kata dokter, penyakit itu bisa disebabkan faktor keturunan atau kebiasaan konsumsi gula yang melebihi kebutuhan tubuh. Nah, oleh ibu, saat ini saya sudah diminta mewaspadai diabetes.

Ibu tersadarkan soal bahaya diabetes karena kebiasaan saya makan makanan manis, ditambah kedua orang tuanya (kakek-nenek saya) diduga menderita diabetes. Bagi ibu, kedua hal itu langsung jadi lampu kuning soal konsumsi makanan manis.

Tuesday, 5 May 2015

Otak Saya Malas Mikir

Bisa jadi tulisan ini adalah sebuah pengakuan, tentang otak saya yang begitu malas berpikir. Iya, otak saya termasuk otak yang pemalas. Dia suka malas melaksanakan tugasnya untuk berpikir. Padahal tugas otak kan memang untuk berpikir.

Ada beberapa hal yang bisa bikin otak saya sebal dan ngambek untuk berpikir (beberapa saat). Pertama, saat menemukan dan harus menghitung angka-angka. Tapi sepertinya, kalau soal angka, saya tidak sendirian, haha. Sedangkan yang kedua, saat menemukan singkatan dan akronim. Baiklah, jika menemukan akronim sih masih lumayan, karena lebih mudah dilogika. Nah, kalau singkatan, apalagi yang belum umum? Duh, ini sering banget bikin sebal.

Tuesday, 17 February 2015

Saya Cinta Rupiah

Uang lusuh dan uang receh.
Sekitar dua bulan di pengujung tahun lalu, saya tiba-tiba teringat lagu Aku Cinta Rupiah yang dinyanyikan Cindy Cenora. Saat itu, kondisi rupiah yang semakin terpuruk menjadi isu pemberitaan di media massa. Kondisinya, mirip dengan masa krisis moneter yang juga berbarengan dengan tumbangnya Orde Baru tahun 1998. Pada masa itu, masyarakat berlomba-lomba menimbun dolar dan menarik tabungan di bank dalam negeri untuk dipindahkan ke luar negeri.

Sempat berniat menulis tentang anjloknya rupiah, tapi saya urungkan. Saya tak banyak mengerti tentang uang. Hampir buta, malah. Nah, beruntung, saat ini saya tetap bisa menulis tentang uang. Bukan tentang kondisi rupiah di mata dunia, tapi tentang cara kita sebagai warga negara Indonesia menghargai mata uang.

Friday, 12 December 2014

Hari Belanja Online Nasional

Kaskus.co.id
Pagi ini, saya dibuat terkaget-kaget dengan kemunculan hari besar baru bernama Hari Belanja Online Nasional, yang kemudian disingkat menjadi Harbolnas. Tidak ada keanehan saat saya mengawali pagi dengan membaca koran, karena tidak ada berita tentang Harbolnas sama sekali di situ. Tetapi, saat hari beranjak siang dan saya membuka sebuah situs berita, ternyata sudah terposting beberapa berita tentang Harbolnas, yang kehadirannya jatuh pada tanggal 12 Desember.

Reaksi pertama saya saat membaca berita tentang Harbolnas tentunya hanya terbengong tidak percaya, yang kemudian berujung dengan tertawa satu menit. Meski sudah membaca beberapa berita tentang Harbolnas dari dua situs berita yang berbeda, ingin rasanya saya tidak percaya dengan kehadiran “hari besar” itu. Apa-apaan ini, kenapa tiba-tiba ada Harbolnas?

Thursday, 4 December 2014

Pulang

Setiap orang pasti memiliki tempat untuk pulang. Kembali ke tempat asal. Kembali saat ingin mengadu, kembali saat sudah lelah berada di perantauan, atau kembali untuk berbagi kebahagiaan. Bagi saya, pulang itu ke rumah. Bertemu dengan orang-orang yang saya sayangi, lalu merasakan kehangatan dari mereka.

Tetapi, pernahkah kalian merasa asing dengan rumah sendiri? Saya pernah mengalaminya. Semester lalu, saya bisa berbulan-bulan tidak pulang ke rumah. Kemudian, saat kembali pulang, suasananya di rumah menjadi terasa berbeda.